“Saham, Emas, SBN, manakah yang memberikan return tertinggi saat Pandemi COVID-19 berlangsung?”
Investasi merupakan salah satu cara untuk menjaga nilai intrinsik uang supaya tidak berkurang akibat inflasi. Beberapa instrumen keuangan yang cukup populer untuk dijadikan investasi adalah saham, emas, dan Surat Berharga Negara (SBN). Investasi umumnya dilakukan di saat keadaan perekonomian normal. Namun apakah berinvestasi di masa pandemi COVID-19 merupakan hal yang tepat? Lantas manakah yang memberikan return tertinggi saat Pandemi COVID-19 antara saham, emas, dan SBN?
Memilih instrumen investasi antara saham, emas, dan SBN merupakan topik yang kerap membuat orang kebingungan. Umumnya saham ditujukan kepada investor dengan high risk profile. Sedangkan emas dan SBN cenderung digunakan oleh investor dengan low risk profile. Yang membedakan profil investor tersebut adalah preferensi risiko investor. Investor dengan high risk profile memiliki risk appetite atau toleransi risiko yang lebih tinggi. Low risk profile investor lebih memilih risiko rendah, sehingga tidak masalah dengan return yang lebih sedikit.
Untuk membandingkan keuntungan antara saham, emas, dan SBN saat Pandemi COVID 19, kita bisa membandingkan return ketiganya. Namun sebelum itu, mari kita berkenalan dengan ketiga instrumen keuangan tersebut.

Saham
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saham merupakan instrumen investasi dengan risiko dan keuntungan yang tinggi (high risk high return). Di antara saham yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia, terdapat Indeks 30 atau IDX30 yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, dan didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Daftar saham yang terdapat dalam IDX30 akan berubah-ubah karena BEI melakukan evaluasi minor dan mayor selama satu tahun.
Surat Berharga Negara (SBN)
SBN merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah. Instrumen keuangan ini terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk. SBN juga dapat dibeli oleh investor ritel dalam jumlah yang kecil, sehingga bernama SBN Ritel.
Emas
Instrumen investasi yang terakhir adalah emas. Emas merupakan salah satu instrumen finansial yang populer. Orang-orang dapat dengan mudah membeli emas bahkan dalam jumlah yang kecil. Emas juga telah terbukti memberikan return yang cukup tinggi meskipun harus menunggu beberapa tahun. Bagi masyarakat awam, emas lebih diunggulkan daripada instrumen investasi lain. Hal ini karena emas memiliki bentuk fisik yang nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan nilainya melekat pada benda itu (innate).
Membandingkan Return Saham, SBN, dan Emas di masa Pandemi COVID-19
Penelitian yang dilakukan oleh Rofiq (2022) menunjukkan bahwa di masa Pandemi COVID-19, berinvestasi di saham, yakni IDX30, saat pandemi COVID-19 memberikan return yang besar. Sedangkan surat berharga negara yang diwakili oleh SR-012 dan emas adalah instrumen investasi yang memberikan return sedang. SBN direpresentasikan oleh SR-12 karena SBN yang ditawarkan pada masa awal pandemi hanya SR-12.
Secara matematis, return saham IDX30, Surat Berharga Negara (SR-012), dan emas pada kurun waktu 2 tahun (19 Maret 2020 sampai dengan 19 Maret 2022) berturut-turut adalah sebesar 80,38%, 12,48%, dan 19,16%.
Dari hal di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat risiko memang berhubungan linear dengan return yang dihasilkan. Perlu diingat bahwa di balik keuntungan yang besar terdapat risiko yang sangat tinggi. Contohnya kehilangan modal karena harga saham menurun. Selain itu, Penelitian Rofiq (2020) juga menunjukkan bahwa tidak semua saham IDX30 memberikan return positif. Dari 30 saham yang dianalisis, terdapat 7 saham yang tidak memberikan return positif. Sehingga penting untuk melakukan pemilihan dan diversifikasi saham.
Ternyata berinvestasi saham, SBN, dan emas saat tahun pandemi covid 19 sama-sama memberikan return positif. Artikel ini tidak mengajak untuk membeli saham apapun, ya. Pilihan antara ketiga jenis investasi tersebut tetap di tangan investor. Karena perlu diingat bahwa di balik keuntungan yang besar terdapat risiko yang besar pula. Apabila kita tidak bisa menganalisis saham dengan baik maka ditakutkan bukannya untung malah buntung.
Referensi:
Rofiq, H. N. (2022). Perbandingan Return Investasi Surat Berharga Negara Ritel dan Return Investasi Saham IDX30 di Masa Pandemi. J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains), 7(2), 1381-1385.