Overthinking dan distraksi sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, ketika mengerjakan suatu tugas, tiba-tiba kita teringat akan tugas lain. Ketika sedang fokus bekerja, tiba-tiba ada notifikasi dan pesan tentang tugas baru dari rekan kerja atau atasan. Distraksi juga dirasakan oleh anak-anak. Contohnya ketika sedang mengerjakan pr, tiba-tiba ada notifikasi tugas baru di grup wa. Padahal ketika terjadi distraksi, diperlukan rata-rata sekitar 23 menit untuk kembali fokus ke pekerjaan saat ini.
Hal lain yang juga cukup mengganggu aktivitas adalah ketika tiba-tiba kepikiran berbagai macam hal bahkan saat sedang lenggang. Contohnya ketika overthinking melanda di malam hari.
Salah satu cara untuk mengatasi overthinking dan distraksi adalah menggunakan brain dump. Secara harfiah, brain dump adalah menumpahkan pikiran yang mengganggu ke suatu tempat (maybe you will need a good apps atau just a basic notebook).
Mengatasi distraksi dan overthinking sama-sama bisa menggunakan teknik brain dump. Namun cara menggunakannya sedikit berbeda satu dengan yang lain. Berikut cara menggunakan teknik brain dump untuk distraksi dan untuk overthinking.
1. Brain Dump untuk Mengatasi Distraksi
Ketika sedang bekerja dan tiba-tiba muncul hal lain di otak, lakukan hal-hal berikut:
- Segera tulis hal-hal yang tiba-tiba muncul tersebut ke sebuah jurnal atau aplikasi to do list (Buat to do list sementara). Hal ini lebih baik daripada anda semakin kepo dan penasaran, sehingga malah membuka browser untuk mencari informasi mengenai hal yang mendistraksi tersebut. Bisa-bisa anda malah menghabiskan waktu lebih banyak untuk browsing daripada ke inti permasalahan.
- Segera kembali ke pekerjaan anda! Setelah selesai menulis hal yang mendistraksi, segera tinggalkan, lalu kembalilah ke tugas yang sedang anda kerjakan.
- Beberapa saat setelah tugas anda selesai, silakan kembali ke daftar hal yang mendistraksi anda. Kemudian lakukan kategorisasi serta planning untuk menyelesaikannya di lain waktu.
Selain untuk mengurangi distraksi, penggunaan teknik brain dump ini juga bisa dilakukan untuk orang yang mudah lupa. Ketika tiba-tiba teringat akan suatu tugas, langsung saja tulis tugas tersebut di to do list sementara. Lalu di kesempatan lain bisa dibuat planning yang lebih mendetail terhadap to do list tersebut.
2. Brain Dump untuk Mengatasi Overthinking
Ketika overthinking melanda dan anda tidak sedang melakukan kegiatan apa pun, silakan mencoba brain dump dalam bentuk berikut. Keluarkan semua isi pikiran anda. Baik itu pikiran acak, ide gila, dan kegelisahan anda. Dengan demikian otak akan menjadi lebih longgar dan rileks.
Berikut merupakan bentuk Brain Dump yang bisa anda coba ketika gabut dan mengalami overthinking:
Journaling
Journaling bisa dilakukan dengan fun tanpa menghilangkan esensinya. Beberapa teknik journaling telah tersedia di Internet. Namun pada intinya anda perlu rileks, dan menumpahkan semua kegelisahan serta isi pikiran anda.

Dari journaling kita mencoba untuk menggali lebih dalam masalah yang kita hadapi, contohnya dengan mengajukan pertanyaan dan pendapat dengan sudut pandang yang berbeda. Kita juga bisa merunut penyebab serta akibat dari hal yang kita khawatirkan secara rinci.
Oleh karena itu, kita perlu meluangkan waktu khusus supaya journaling bisa dilakukan dengan baik.
Mind Map

Mind map adalah brain dump dengan cara membuat peta pikiran. Mind map merupakan cara eksplorasi pikiran dengan lebih terstruktur karena satu hal berhubungan dengan hal lainnya. Jika waktu anda singkat, bisa mencoba membuat mind map dahulu sebelum curhat saat sesi journaling.
Doodling

Jika anda tipe orang yang lebih suka menggambar daripada menulis, pikiran ruwet anda juga bisa dicurahkan melalui menggambar/doodling. Adalah sebuah ide bagus untuk menyimpan satu sketchbook khusus untuk membuat doodle dan sketsa apapun yang terlintas dalam pikiran anda.
Buat To Do List

Membuat to do list mirip dengan teknik brain dump ketika anda sedang bekerja. Yang membedakan, to do list yang dibuat saat anda bekerja adalah to do list sementara yang akan di-review lagi setelah pekerjaan usai. Sedangkan to do list yang anda buat di saat senggang bisa langsung dikategorikan dan direncanakan pelaksanaannya saat itu juga.
Demikian teknik brain dump yang dapat dicoba. Ingatlah untuk selalu menjaga pikiran supaya tetap tenang, ya! Jangan biarkan distraksi dan overthinking menjegal produktivitas anda.
Image created from: canva